Tagline Personal Adalah Diri Anda - mahartibrand

Tagline Personal Adalah Diri Anda


Apakah Anda tahu kalimat berikut ini, Yes, We Can Change dan Renewing Washington. Dua tagline itu adalah milik mantan Presiden Amerika Serikat, yaitu Barack Obama dengan tagline Yes, We Can Change dan George Walker Bush dengan tagline Renewing Washington. Dan di Indonesia pun sejumlah tokoh memiliki tagline, diantaranya Susilo Bambang Yudhoyono dengan tagline Lanjutkan dan Jokowi dengan tagline "Jokowi Adalah Kita".

Dari sini kita bisa membaca bahwa tagline personal menjadi sebuah instrumen untuk melakukan personal branding seseorang. Tagline itu cerita seseorang yang dibawa ke publik dan itu memang ruh seseorang yang bersangkutan. Dalam teori komunikasi pemasaran tagline itu ruh sebuah produk, artinya kalau dalam konteks personal maka tagline adalah ruh personality seseorang.

Terlihat mudah membuat tagline personal kalau itu hanya dipahami sebagai susunan kata, tetapi kalau dipahami bahwa tagline personal ada diri Anda maka ini bukan perkara mudah karena kata itu harus mampu menjadi jelmaan fikiran dan diri Anda yang ingin disampaikan kepada publik.

Ketika Anda membuat tagline dengan kalimat perubahan tetapi tidak ada aktivasi branding yang mengarah ke perubahan tersebut maka tagline personal yang Anda buat akan kering, tidak bertenaga dan tidak akan mampu menjelma sebagai diri Anda.

Itulah mengapa ketika saya diminta membantu seseorang untuk melakukan personal branding lalu diminta membuatkan tagline maka saya butuh waktu sekira 4 bulan untuk bisa mengusulkan tagline personal untuknya. Mengapa demikian? Karena saya butuh ekplorer karakter apa yang paling menonjol dan kuat pada diri orang ini barulah saya mencarikan kalimat tagline yang pas dan menyatu dengan diri orang tersebut.

Dengan demikian, tagline yang dibuat memiliki tenaga dan ruh untuk bisa menyampaikan pesan kepada publik. Karena tagline bukanlah sekadar susunan kata, tagline bukan untuk gagah - gagahan tetapi harus membawa cerita, harus menyatu dengan diri seseorang sehingga kata dalam tagline memiliki kekuatan untuk bisa memengaruhi publik.

Ketika Barack Obama meluncurkan tagline Yes, We Can Change maka itu benar - benar menyatu dengan diri Obama sehingga tagline tersebut memiliki tenaga untuk memengaruhi publik. Obama ingin sampaikan bahwa tanpa peperangan perdamaian bisa dilakukan, tanpa kekerasan warga Amerika bisa hidup berdampingan antara kulit hitam dan kulit putih dan Obama juga ingin sampaikan bahwa Amerika Serikat adalah negara terbuka agama apapun bisa hidup di Amerika Serikat dan itu bisa.

Cerita Obama tersebut dicreate dalam sebuah konsep apa yang dinamakan dengan aktivasi branding dan itu berhasil. Sering saya menemukan di lapangan antara tagline dan aktivasi branding yang dilakukan tidak matching, taglinenya ke utara aktivasi brandingnya ke selatan jelas tidak akan ketemu. Padahal ketuanya harus saling terintegrasi satu sama lain, inilah yang disebut dengan Integreated Marketing Communication, yaitu komunikasi pemasaran terpadu. ***

Posting Komentar

0 Komentar